Sejarah Desa Krenceng

Desa Krenceng merupakan salah satu wilayah administrasi di bawah Kecamatan Nglegok, Blitar. Secara umum, sejarah dari Desa Krenceng ini tidak terlepas dari sejarah masyarakat setempat yang menggabungkan diri menjadi pengikut Pangeran Diponegoro pada 1850 di Kabupaten Blitar. Pada awal pembentukannya, Desa Krenceng memiliki Lurah seumur hidup yang bernama Wongso. Lurah Wongso adalah Kepala Desa yang sangat dermawan, karena terpengaruh oleh gaya hidup masyarakat setempat yang juga merupakan pengikut Pangeran Diponegoro.

Nama Krenceng sendiri berasal dari kisah pengikut Pangeran Diponegoro, yang dikenal dengan nama Mbah Dipo. Suatu ketika pada masa penjajahan atau kolonialisme di daerah Blitar, Mbah Dipo beristirahat di sungai sehabis menebas rumput. Sungai yang dijadikan tempat beristirahat oleh Mbah Dipo memiliki percikan air yang berbunyi “krecek krecek”. Bunyi percikan air tersebut, kemudian ditafsirkan menjadi Krenceng dan menjadi asal mula wilayah ini menjadi Desa Krenceng.